Langsung ke konten utama

5 Jenis Tes Gula Darah untuk Mendeteksi Diabetes Secara Akurat

Apa itu Tes Gula Darah?

Tes gula darah adalah pemeriksaan medis yang dilakukan untuk mengetahui banyaknya jumlah gula di dalam darah, hasil tesnya dihitung dalam satuan mg/dL (miligram per desiliter).


Fungsi Tes Gula Darah

Dengan melakukan tes gula darah kita dapat mengetahui kondisi atau penyakit tertentu pada seseorang, misalnya seperti :

1. Mengetahui Kondisi Gula Darah

Melalui tes gula darah kita dapat mengetahui kondisi gula darah pada seseorang, apakah gula darahnya normal, rendah (hipoglikemia) atau tinggi (hiperglikemia)

2. Mendiagnosis Jenis Diabetes

Melalui tes gula darah kita dapat mengetahui jenis diabetes apa yang dialami oleh seseorang, apakah dia mengidap diabetes tipe 1, tipe 2 atau gestasional

3. Mendiagnosis Kondisi Prediabetes

Melalui tes gula darah kita dapat mengetahui kondisi prediabetes pada seseorang. Kondisi ini biasanya dialami oleh orang-orang yang kegemukan (obesitas), punya riwayat keluarga diabetes atau mereka yang berusia 40 tahun ke atas

4. Memantau Kondisi Penderita Diabetes

Melalui tes gula darah kita dapat mengevaluasi penggunaan obat pada penderita diabetes, apakah obat itu efektif atau tidak dalam mengendalikan kadar gula darah

5. Menilai Respons Tubuh Terhadap Makanan atau Obat

Melalui tes gula darah kita dapat melihat efek dari suatu makanan atau obat tertentu terhadap gula darah, apakah makanan tersebut dapat membuat gula darah melonjak naik atau apakah dosis obat yang diberikan sudah sesuai untuk mengendalikan kadar gula darah.


5 Jenis Tes Gula Darah

Tes diabetes dapat dibedakan menjadi 5 jenis berdasarkan waktu pengambilannya, yaitu :

1. Tes Gula Darah Puasa (GDP)

Tes GDP adalah pemeriksaan kadar gula darah setelah pasien menjalani puasa selama 8 jam. Tes ini bertujuan untuk mendiagnosis apakah seseorang mengalami prediabetes atau diabetes.

2. Tes Gula Darah Sewaktu (GDS)

Tes GDS adalah pemeriksaan kadar gula darah pada waktu tertentu. Tes ini dapat dilakukan kapan saja, tanpa perlu berpuasa terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk skrining cepat prediabetes/diabetes serta memantau kadar gula harian pada penderita diabetes

3. Tes Gula Darah 2 jam Post Prandial (GD2PP)

Tes GD2PP adalah pemeriksaan kadar gula darah yang dilakukan 2 jam setelah makan. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi diabetes/prediabetes serta memantau kemampuan tubuh dalam mengontrol gula darah pada penderita diabetes

4. Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO)

Tes TTGO terdiri dari 2 tahap, tes pertama dilakukan setelah pasien berpuasa selama 8 jam dan tes kedua dilakukan 2 jam setelah pasien meminum larutan glukosa. Tes ini bertujuan untuk mendiagnosa diabetes tipe 2 atau diabetes gestasional pada ibu hamil.

5. Tes Glikohemoglobin (HbA1c)

Tes HbA1c adalah pemeriksaan kadar gula yang menempel pada hemoglobin dalam sel darah merah. Tes ini dapat dilakukan kapan saja dan bertujuan untuk mengetahui jumlah rata-rata gula darah pasien dalam kurun waktu 2-3 bulan terakhir, mendiagnosis prediabetes/diabetes, menilai efektivitas pengobatan serta mencegah terjadinya komplikasi diabetes.


Cara Melakukan Tes Gula Darah

Pemeriksaan gula darah dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu secara mandiri di rumah atau di fasilitas kesehatan seperti puskesmas, klinik dan rumah sakit.

A. Persiapan

Sebelum melakukan tes gula darah pastikan kamu tidak melakukan beberapa hal berikut ini agar hasil pemeriksaannya lebih akurat :

- Hindari mengkonsumsi makanan tinggi gula

- Hindari merokok, alkohol, minum kopi, teh, jus atau susu

- Hindari mengkonsumsi obat-obatan

- Hindari stres berlebih

- Jangan melakukan aktivitas/olahraga berat

- Pastikan jari tangan bersih dan hindari menyentuh benda kotor, berminyak atau mengandung bahan kimia.


B. Tes Gula Darah Secara Mandiri

Pemeriksaan gula darah dengan menggunakan alat glukometer hanya dapat dilakukan untuk jenis tes GDP, GDS dan GD2PP. Berikut langkah-langkahnya :

1. Siapkan alat dan perlengkapan seperti glukometer, strip tes, jarum lancet, lancing device, alkohol dan kapas pembersih

2. Masukkan strip tes ke dalam glukometer

3. Pasang jarum lancet ke dalam pena lancing dan atur kedalamannya

4. Bersihkan ujung jari tangan dengan kapas yang sudah diberi alkohol lalu biarkan hingga benar-benar kering

5. Tusukkan jarum lancing ke ujung jari

6. Teteskan darah ke ujung strip yang sudah terpasang pada glukometer

7. Tunggu beberapa menit dan hasilnya akan muncul pada layar glukometer

8. Buang jarum lancet dan strip tes yang sudah digunakan.


C. Tes Gula Darah di Fasilitas Kesehatan (Laboratorium)

Pemeriksaan gula darah di laboratorium klinik atau rumah sakit tentunya lebih akurat dan lebih lengkap mulai dari jenis tes GDP, GDS, GD2PP, TTGO dan HbA1c. Berikut langkah-langkahnya :

1. Melakukan pendaftaran dan pilih jenis tes gula darah yang diinginkan/disarankan

2. Pengambilan sampel darah dilakukan dengan teknik venipucture melalui pembuluh darah vena yang ada di lengan

3. Menunggu hasil uji laboratorium

4. Jika kamu didiagnosis mengalami prediabetes/diabetes, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.


Hasil Tes Gula Darah

Berikut penjelasan dan cara membaca hasil pemeriksaan gula darah yang sudah kamu lakukan baik secara mandiri ataupun melalui faskes terdekat :

1. Gula Darah Puasa (GDP)

Normal         :       > 100 mg/dL

Prediabetes : 100-125 mg/dL

Diabetes       :       >126 mg/dL


2. Gula Darah Sewaktu (GDS)

Normal         :       < 140 mg/dL

Prediabetes : 140-199 mg/dL

Diabetes       :      > 200 mg/dL


3. Gula Darah 2 Jam Setelah Makan (GD2PP)

Normal         :      < 140 mg/dL

Prediabetes : 140-199 mg/dL

Diabetes       :     > 200 mg/dL


4. Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO)

Normal         : GDP        < 100 mg/dL  &  GD2PP       < 140 mg/dL

Prediabetes : GDP  100-125 mg/dL   &  GD2PP  140-199 mg/dL

Diabetes       : GDP      > 126 mg/dL   &  GD2PP       > 200 mg/dL


5. Hemoglobin A1c (HbA1c)

Normal         :            < 5.7%

Prediabetes :   5.7% - 6.4%

Diabetes       :           > 6.5%.

Postingan populer dari blog ini

Jenis-Jenis Penyakit Jantung yang Perlu di Waspadai

Apa itu Penyakit Jantung? Penyakit jantung (Kardiovaskular) adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami gangguan pada fungsi jantung dan pembuluh darah jantung sehingga mengakibatkan jantungnya tidak bekerja secara normal. Jenis-Jenis Penyakit Jantung Penyakit jantung dapat dibedakan menjadi 13 jenis berdasarkan bentuk gangguannya yaitu : 1. Aritmia Jantung Aritmia jantung adalah gangguan detak/irama jantung yang tidak normal. Terjadi karena impuls listrik pada jantung tidak berfungsi dengan baik. Jenis Aritmia Jantung: Takikardia : kondisi ketika jantung berdetak lebih cepat di atas 100 kali/menit Brikardia : kondisi ketika jantung berdetak lebih lambat di bawah 60 kali/menit Fibrilasi Atrium : kondisi ketika bilik atas (atrium) berdebar tidak teratur dengan bilik bawah (ventrikel) Gejala: Nyeri dada, sesak nafas, pusing, pingsan dan jantung berdebar Faktor Pemicu: Penyakit jantung bawaan Tekanan darah tinggi Diabetes Penggunaan obat-obatan tertentu Rokok...

Diabetes Mellitus | Penyebab, Jenis dan Gejalanya

Apa itu Diabetes Mellitus? Diabetes Mellitus (penyakit gula/kencing manis) adalah suatu kondisi ketika kadar gula darah seseorang menjadi sangat tinggi akibat adanya penumpukan jumlah gula di dalam aliran darah. Penyebab Diabetes Penyebab utama penyakit diabetes adalah karena gangguan hormon insulin yang bentuknya bisa berupa : 1. Kekurangan hormon insulin 2. Tidak memiliki hormon insulin 3. Resistensi insulin. Faktor Pemicu Diabetes Ada banyak faktor pemicu yang bisa membuat seseorang mengalami gangguan hormon insulin antara lain adalah : Genetik (keturunan) Orang tua dengan riwayat diabetes akan mewariskan gen pemicu kepada anaknya. Gen tersebut berisi blueprint yang mengatur bagaimana tubuh memproduksi insulin dan bagaimana tubuh mengolah gula darah Faktor Usia Seiring bertambahnya usia, khususnya setelah usia 40 tahun, proses penuaan dapat menurunkan kemampuan sel pankreas dalam memproduksi hormon insulin Tekanan Darah Tinggi Penyakit darah tinggi yang men...

Jenis-Jenis Gangguan Mata

Mata adalah organ penglihatan yang harus dijaga kesehatannya sejak dini dan penting sekali untuk tau hal-hal apa saja yang bisa menyebabkan gangguan pada mata. Penyebab Gangguan Mata Berikut ini adalah 6 hal yang bisa menyebabkan gangguan pada mata yaitu: Kurangnya produksi air mata Penyakit autoimun yang menyerang dan merusak sel mata Terjadi infeksi, iritasi dan alergi pada mata Mata tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup Mata terlalu sering terpapar angin atau sinar matahari Efek samping dari mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Jenis-Jenis Gangguan Mata Ada 9 jenis penyakit yang bisa mengganggu kesehatan mata yaitu: 1. Katarak Biasanya terjadi karena faktor usia yang menyebabkan protein pada lensa mata menjadi rusak dan menggumpal. Hal inilah yang menyebabkan mata menjadi keruh dan berselaput. Gejala: Penglihatan buram Penglihatan ganda Sensitif terhadap cahaya Sulit melihat pada malam hari Faktor Pemicu: Penuaan usia Pernah mengalami cedera mata P...